Menjalankan Gaya Hidup Hijau

tasbrandedbatam.co.id – perawatan komunitas sehat untuk garis lingkungan dari pusat Persaudaraan (PP Salimah) dengan presiden umum Nurul Hidayati, SS., MBA. Kamis, 16 Mei 2013 adalah talkshow bertema “Gaya Hidup Hijau” bersama para guru. Mubariq Ahmad, mantan direktur WWF Indonesia dan dr. Diana Anas, istri Hidayat Nur Wahid di aula serbaguna kompleks DPR RI, Kalibata, Jakarta selatan.

Gaya hidup hijau adalah gaya hidup seseorang yang melakukan fungsinya sebagai manusia dengan menyeimbangkan kegiatan yang terkait dengan SWT Allah, manusia dan alam. Manusia sebagai khalifah di bumi menerima dari mandat Allah Yang Maha Tinggi untuk melindungi, memelihara, dan melindungi alam sebagai bagian dari proses pengembangan pribadi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dukungan sosial, perlindungan lingkungan dan penguatan kekayaan intelektual / makna ilahi.

Saran tentang gaya hidup hijau dr. Ing. Mubariq Ahmad sebagai berikut:

1. Mulai gaya hidup hijau dengan sendirinya sebagai ekspresi kepedulian sosial. Tidak ada alasan untuk malu atau bangga memimpin gaya hidup hijau karena rekan-rekan kita tidak melakukan apa yang kita lakukan. Membangun kesadaran dan pengetahuan tentang sifat perilaku manusia terhadap lingkungan. Tuliskan pengetahuan yang kita miliki dan undang orang lain untuk mengambil tindakan yang kita ambil, seperti Misalnya, untuk menghitung efek konsumsi terhadap perubahan iklim (Kalkulator Karbon Keluarga).

2. Istilah yang sejauh ini dikenal “setelah rasa manisnya dibuang” harus diganti dengan … dan didaur ulang. Setiap kali kami mencoba menemukan sampah di sekitar kami, kami memilih sampah yang dapat didaur ulang dan tidak didaur ulang lalu dipisah menjadi lokasi yang terpisah. Perlu diingat bahwa ruang TPA terbatas dan kemampuan alami untuk memproses dan menyerap limbah terbatas. Oleh karena itu, 3R (mengurangi atau mengurangi, menggunakan kembali atau menggunakan kembali, mendaur ulang atau mendaur ulang) ditambah Pemulihan atau restorasi, pengisian atau pemindahan kapasitas dapat dilakukan ketika kita melihat limbah.

3. Listrik: listrik berkontribusi 10% terhadap emisi yang berasal dari kebutuhan keluarga. Buat konsep kehidupan hemat energi, misalnya dengan jendela yang cukup, sehingga cahaya jatuh ke dalam rumah dan aliran udara mengalir dengan baik. Mulailah menanam pohon di sekitar rumah, turunkan suhu di sekitar rumah sebanyak 2-3 derajat. Gunakan lampu hemat energi dan lampu hemat energi.

4. Hemat bahan bakar minyak (BBM) Penggunaan transportasi umum adalah salah satu langkah yang tepat untuk menghemat bahan bakar. Gunakan sepeda jarak pendek dan kendarai kendaraan konsumsi rendah (kecuali bor).

5. Hemat air dengan mengenali sumber air yang digunakan setiap hari, mengenali efek perilaku dan menggunakan air sesuai kebutuhan.

6. Hindari penggunaan plastik dan cetakan agitasi dalam kehidupan sehari-hari. Anda dapat melakukannya untuk kami, misalnya, dengan selalu membawa tempat minum di rumah, memiliki tempat makan di rumah dan membawa tas dari rumah sambil berbelanja.

7. Menghemat konsumsi kertas Selalu ingat bahwa kertas itu terbuat dari kayu, biasanya dari pohon kayu di hutan alam. Konsumsi kertas yang berlebihan menyebabkan banyak pohon tumbang, merusak hutan. Konsumsi kertas serendah mungkin. Gunakan file digital di kedua sisi kartu.

8. hidup kembali ke alam (kembali ke alam / organik) Selalu menggunakan bahan-bahan alami untuk konsumsi sehari-hari, untuk mengurangi bahan kimia seperti obat-obatan dan makanan yang dikonsumsi makanan organik, untuk mengurangi polusi dari bahan kimia pertanian dan akumulasi bahan kimia untuk mengurangi tubuh. Hindari 8P (pewarna, perasa, pemanis, perasa, pengemulsi, pemanis, pelembut, dan pengembang)

9. Tanam pohon dan kebun di sekitar lingkungan kita.

10.Piknik sebagai sarana pendidikan untuk lingkungan alam sebagai sarana piknik tadabbur alam, sebagai alat didaktik untuk pelestarian alam dan sebagai sarana membangun kedekatan kita dengan Sang Pencipta.

11. Selalu gunakan produk lokal. Produk pertanian dan buah-buahan dan sayuran dari luar negeri indah dan segar. Ini disebabkan oleh fakta bahwa produk dilapisi dengan lapisan lilin yang secara efektif menghambat proses dekomposisi. Semakin dekat sumber produk dengan lingkungan, semakin rendah dampak lingkungan. Hindari produk dari perusahaan yang terbukti merusak lingkungan.

Gaya hidup hijau adalah bagian dari gaya hidup sehat

Kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup mereka dan lingkungan tempat mereka tinggal. Gaya hidup sehat dapat diukur dari jenis makanan yang dikonsumsi, komposisi makanan dan waktu yang tepat untuk makan. Gaya manusia yang mengikuti perintah agama dan menghindari larangan beragama, selalu berpikir positif dan memiliki cukup waktu luang untuk menenangkan pikiran.

1. Selalu hindari makanan berlemak dan karbohidrat berlebihan, bukan untuk anak-anak di masa kecil mereka dan untuk dokter.

2. Hindari makanan yang mengandung pengawet.

3. Minumlah setidaknya 6 gelas Airper sehari.

4. Tingkatkan konsumsi buah dan sayuran.

5. Makan tepat waktu

6. Makan dan minum makanan halal yang enak

7. Berolahraga secara teratur

8. Jangan merokok

9. Sikat gigi Anda secara teratur

10. Selalu gunakan barang pribadi dan hindari berbagi

11. Lakukan pemeriksaan medis rutin

12. Bangun lebih awal dan tidur sampai larut malam

13. Hindari polusi

14. Beri ventilasi rumah sebanyak mungkin

15. Selalu gunakan air bersih

16. Tidak ada genangan air dan sampah di sekitar rumah

17. Ruang hijau yang cukup di sekitar rumah

Hal sederhana yang dapat kita lakukan sekarang adalah mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita. Kebiasaan kecil yang terus-menerus dilakukan membentuk kebiasaan dan gaya hidup yang berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan: hal-hal besar datang dari hal-hal kecil. Menciptakan lingkungan hijau membutuhkan proses. Prosesnya dimulai sekarang dan dimulai dengan Anda.

Baca Lainnya:

Sinapsis – Fungsi, Proses, dan Jenis

Gejala infeksi limfatik