Ideologi Kapitalisme – Pengertian, Sejarah, Contoh, Ciri & Tokoh

Ideologi Kapitalisme – Pengertian, Sejarah, Contoh, Ciri & Tokoh – Dalam hal ini, salah satu ideologi yang ada akibat perkembangan ideologi kapitalis, yaitu, ideologi sosialisme, di samping pengertian dan karakteristik Kapitasisme yang akan dibahas beberapa kali, kami tidak lupa memberi kelebihan dan kekurangan pada hal ini. sistem

Definisi Kapitalisme

Ideologi Kapitalisme

Secara etimologis, kapitalisme berasal dari bahasa Latin, caput, yang berarti kepala, kehidupan, dan kesejahteraan. Arti modal dalam modal kemudian diartikan sebagai titik kesejahteraan. Dengan makna kesejahteraan, definisi modal mulai berkembang dengan makna akumulasi manfaat yang diperoleh oleh setiap transaksi ekonomi. Oleh karena itu, interpretasi awal kapitalisme adalah proses bisnis kesejahteraan untuk memenuhi kebutuhan. Dalam definisi ini, kapitalisme memiliki definisi humanis yang konstruktif karena setiap orang harus memiliki keinginan dasar untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kapitalisme dapat dipahami sebagai ideologi yang mengagungkan modal individu atau milik sekelompok kecil orang sebagai sarana untuk kesejahteraan manusia. Kepemilikan modal individu atau kepemilikan modal oleh sekelompok kecil orang adalah dewa atas semua dewa, yang berarti bahwa segala sesuatu di dunia harus dilakukan sebagai modal individu atau sekelompok kecil orang untuk mendapatkan keuntungan melalui tentang suatu sistem pekerjaan bergaji, di mana pekerja dan produsen ditindas, diperas dan dihisap oleh kaum kapitalis (Arif Purnomo, 2007: 28).

Memahami Ideologi Kapitalisme

Kata kapitalisme berasal dari bahasa Latin yang akarnya adalah “caput”, yang berarti kepala. Pada abad ke 12 dan 13, kata tersebut diartikan sebagai dana, sejumlah uang, inventaris atau bunga pinjaman. Pada abad kedelapan belas istilah itu ditafsirkan sebagai modal produktif.

Kapitalisme adalah gagasan ekonomi yang bertujuan untuk memperoleh begitu banyak laba dan modal (modal). Kapitalisme juga dapat diartikan sebagai pengaturan ekonomi yang berpusat pada keuntungan individu. Dengan memahami kapitalisme, uang atau modal memainkan peran penting dalam implementasi politik atau kebijakan kapitalisme. Kapitalisme tidak memiliki definisi universal yang diterima secara luas. Umumnya

Dalam hal ini, Karl Marx menyatakan bahwa istilah itu adalah konsep sentral yang disebut “metode produksi”. Max Weber menganggap kapitalisasi sebagai kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk pasar dan diarahkan untuk menghasilkan keuntungan melalui pertukaran pasar.

Sejarah perkembangan kapitalisme dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

  • Kapitalisme awal “1500-1750”
  • Kapitalisme klasik “1750-1914”
  • Kapitalisme melanjutkan “1914-sekarang”

Di antara pemikir / pengembang kapitalis adalah John Locke, Adam Smith, David Ricardo, Martin Luther King, Robert Malthus, Lord Keynes, David Hume dan Karl Marx. Contoh kapitalisme termasuk swalayan, penjualan saham dan kredit.

Memahami Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang menekankan peran modal (modal), yaitu kekayaan dalam semua jenisnya, termasuk barang yang digunakan dalam produksi barang lain (Good, 1996).

Doktrin / Teori kapitalisme

Max Weber mengungkapkan bahwa kebangkitan kapitalisme sangat dekat dengan semangat agama, terutama Protestan. Pendapat ini didukung oleh Martin Luther King, yang mengatakan bahwa melalui karya dan karya yang lebih baik, manusia dapat diselamatkan dari kutukan abadi. Tokoh lain adalah Benjamin Franklin dengan moto terkenalnya “Waktu adalah uang”, di mana manusia hidup untuk bekerja keras dan mengolah kekayaan.

Sejarah Kapitalisme

Berbicara tentang sejarah kemunculannya, kapitalisme tidak dapat dipisahkan dari serangkaian peristiwa yang mendukungnya, baik berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, politik, ekonomi, dll. Dalam buku Nidhom Islam, dijelaskan bahwa kata ini dimulai ketika para kaisar dan raja-raja Eropa dan Rusia menjadikan agama alat untuk memeras, menganiaya, dan menyalahgunakan darah orang. Para pemimpin agama pada saat itu menjadi tameng untuk mencapai keinginan mereka. Kemudian ada agitasi sengit, yang kemudian membawa kebanggaan bagi para filsuf dan sarjana.

Lihat Juga :